Oleh: asiaaudiovisualrb09noorhidayah | Juni 17, 2009

20. Tari Mabbissu atau Maggiri dari Bugis Makassar

tp48004bb59e5ef

Tari Mabbissu atau Maggiri

Mabbissu berasal dari kata bissu yang mendapat tambahan awalan ma yang berarti melakukan tarian bissu. Sementara bissu berasal dari kata bessi, yang berarti bersih atau suci dan kuat. Mereka dipanggil Bissu karena  tidak haid, tidak berdarah, atau suci. Dikatakan tidak berdarah karena Bissu ini kebal terhadap senjata tajam, tidak mampu ditembus oleh keris, parang atau timah panas. Makanya, di setiap upacara ritual, para Bissu selalu mempertontonkan kesaktian mereka dalam bentuk tari yang disebut dengan Mabbissu atau Tari Bissu.

Mabbisu ini biasanya diperagakan oleh 6 orang Bissu utama yang dipimpin oleh ketua  Bissu di daerah itu. Keenam Bissu tersebut berdandan seperti layaknya perempuan  dengan pakaian berwarna keemasan dan badik di pinggang. Setelah itu, dengan  diiringi tabuhan gendang yang berirama khas, mereka melantunkan alunan mantra  mitis dengan bahasa To Rilangi (bahasa kuno orang Bugis) sambil menari memutari Arajangnge, yaitu benda yang dikeramatkan dan diyakini sebagai tempat  ruh leluhur beristihat. Di depan Arajangnge itu telah disiapkan berbagai  sesaji dari kue-kue tradisional Bugis, buah-buahan, ayam serta kepala kerbau  dan sapi sebagai persembahan kepada leluhur mereka.

Ketika alunan gendang semakin keras dan cepat,  gerakan para Bissu tersebut semakin pelan dan mulai “trans” atau kehilangan  kesadaran. Pada saat itu, para Bissu mulai memeragakan gerakan maggiri. Mereka melepaskan keris panjang yang terselip dipinggang, kemudian menusukkannya ke telapak tangan, perut, dan tenggorokan mereka. Tujuannya adalah untuk  menguji apakah roh leluhur/dewata yang sakti sudah merasuk ke dalam diri  mereka. Jika mereka kebal, berarti Bissu itu dan roh yang merasukinya  dipercaya dapat memberikan berkat. Sebaliknya, jika badik itu menembus dan  melukai tubuh mereka, berarti yang merasukinya adalah roh lemah atau bahkan  tidak dirasuki roh leluhur sama sekali.

B. Keistimewaan

Puncak dari Mabbisu ini adalah nagiri‘i atau menusuktubuh mereka dengan badik, sehingga tari ini juga  disebut dengan Maggiri. Pada saat gerakan maggiri ini diperagakan,  pengunjung akan takjub dan tercengang-cengang menyaksikan para Bissu itu  menusuk telapak tangan dan leher mereka dengan badik yang runcing dan tajam,  namun tidak meninggalkan bekas luka sedikit pun, meskipun ditekan berkali-kali  dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, jika ada persyaratan dalam tarian ini tidak  terpenuhi, maka badik tersebut akan menembus tubuh mereka.

Sebagian pengunjung yang datang ke lokasi, tidak  saja untuk menyaksikan pagelaran tari yang spektakuler itu, tetapi juga ada yang  datang untuk meminta berkah dari para Bissu tersebut.


Kategori

%d blogger menyukai ini: